Aksi Brutal Penembakan di Wilayah Papua
Sebuah aksi brutal kembali terjadi di wilayah Papua, yang menewaskan seorang bocah perempuan berusia 12 hingga 15 tahun. Kejadian ini terjadi di Camp Wini Kalikuluk, Tembagapura MP 69, Kabupaten Mimika, pada hari Kamis (7/5/2026). Aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang merupakan bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), khususnya kelompok Guspi Waker.
Selain korban jiwa, beberapa warga lainnya juga mengalami luka tembak, khususnya pada bagian betis kaki kiri. Saat ini, warga yang terluka masih dalam proses penanganan medis lebih lanjut. Beberapa warga lainnya juga memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman hingga tanggal Sabtu (9/6/2026).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan para korban, tembakan terjadi saat warga sedang berkumpul bersama keluarga di dalam camp. Salah satu korban luka bernama Irince Wandikbo menyebutkan bahwa suara tembakan berasal dari arah Camp David yang berada di seberang sungai.
Wirya menjelaskan bahwa sebelum kejadian, jajaran Tim Patroli TNI sedang melaksanakan kegiatan patroli pengamanan di wilayah MP 69. Selama pelaksanaan patroli, mereka mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan melalui pemantauan drone. Dalam situasi itu, personel Satgas TNI mendengar dua kali letusan senjata api dari arah Camp David di seberang sungai.
Personel TNI menduga bahwa letusan tersebut berasal dari kelompok OPM pimpinan Guspi Waker. Tak lama kemudian, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan rentetan ke arah posisi personel yang sedang melakukan pengamanan di sekitar Camp Wini Kalikuluk.
Dalam situasi yang sangat sensitif ini, personel Tim Patroli TNI tetap menjalankan tugas pengamanan dengan memprioritaskan keselamatan masyarakat dan menghindari area pemukiman warga. Pengamanan dilakukan secara terukur untuk meminimalkan risiko korban dari masyarakat sipil.
Setelah kejadian, personel TNI melakukan pemeriksaan di pinggiran Camp Wini dan menemukan seorang warga perempuan dalam kondisi terluka tembak di bagian bahu kiri. Korban langsung dievakuasi menggunakan tandu menuju jalan poros MP 69. Namun, sayangnya korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan akibat luka yang dialaminya.
Wirya menjelaskan bahwa Satgas TNI yang berada di lapangan selalu mengutamakan keselamatan masyarakat sipil dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan wilayah Papua. Tindakan yang dilakukan oleh personel TNI sudah sesuai dengan prosedur dan mengedepankan langkah terukur untuk menghindari jatuhnya korban dari masyarakat sipil.
Hingga saat ini, jajaran Satgas TNI Kewilayahan masih melaksanakan patroli pengamanan serta pendalaman terkait aksi penembakan tersebut. TNI juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi Waker yang diindikasi berupaya menunjukkan eksistensinya di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya.










Leave a Reply