Peristiwa Berdarah di Bangkalan, Seorang Pria Tewas Akibat Penganiayaan
Pada malam hari tanggal 3 Juni 2026, sebuah peristiwa berdarah terjadi di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Seorang pria berinisial SF (40 tahun) meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam. Peristiwa ini terjadi saat korban sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu.
Korban mengalami luka robek pada bagian perut sebelah kiri akibat serangan yang diduga dilakukan oleh kakak iparnya sendiri. Perselisihan yang memicu kejadian ini bermula dari masalah kandang ayam antara korban dan pelaku. Saat jasad SF dibawa dari ruang IGD ke Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD Syamrabu sekitar pukul 22.00 WIB, suara derit roda brankar atau ranjang dorong terdengar jelas. Di teras selatan gedung pemulasaran jenazah, istri SF terus memanggil nama korban sambil menyebut bahwa suaminya belum meninggal.
Seorang pria yang berupaya menenangkan istri korban menjelaskan bahwa SF adalah adik ipar, sedangkan pelaku adalah kakak iparnya. Oleh karena itu, istri dari keduanya merupakan saudara kandung. Informasi awal menyebutkan bahwa pelaku penganiayaan berinisial JL (50 tahun), seorang warga setempat. Dugaan sementara mengatakan bahwa perselisihan terjadi di halaman rumah korban akibat konflik tentang kandang ayam.
Baik korban maupun pelaku tinggal dalam satu rumah. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, pelaku JL sering melakukan aktivitas di Surabaya. Saat pulang, korban SF sempat mengajak pelaku untuk bersalaman, tetapi justru disambut dengan ayunan senjata tajam yang mengenai perut sisi kiri korban.
Proses Autopsi dan Hasilnya
Proses autopsi terhadap jasad SF berlangsung lebih dari dua jam dan selesai pada pukul 00.20 WIB, Kamis (4/6/2026). Spesialis Forensik RSUD Syamrabu, dr Edy Suharta, menjelaskan hasil autopsi. Terdapat luka robek pada bagian perut sebelah kiri sepanjang 20 sentimeter akibat senjata tajam. Luka luar hanya satu di area perut, namun hasil autopsi menunjukkan ada robekan pada usus halus yang menjadi penyebab kematian. Tidak ditemukan luka lain selain satu luka yang lebar. Menurut dr Edy, luka tersebut berasal dari sabetan senjata tajam dari arah depan.
Hingga pukul 01.30 WIB, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan resmi terkait perkara penganiayaan yang menyebabkan kematian korban. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku berinisial JL. Selain itu, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP sekaligus membentangkan police line mengelilingi teras rumah korban.











Leave a Reply