Penyelidikan Kasus Kematian Balita 3 Tahun di Banjarbaru
Kasus kematian seorang balita berusia tiga tahun yang diduga disebabkan oleh tindakan kekerasan fisik dari ibu kandungnya sedang menjadi perhatian masyarakat. Kejadian ini terjadi di wilayah Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Keluarga korban akhirnya melaporkan dugaan kekerasan tersebut ke pihak kepolisian setelah jasad bayi tersebut dikuburkan.
Untuk membantu proses penyelidikan dan mengungkap penyebab kematian, pihak kepolisian langsung melakukan ekshumasi atau penggalian kubur jasad bayi tersebut. Proses ini dilakukan di pemakaman tempat korban dikebumikan pada Sabtu (6/6/2026).
“Siap betul. Ini baru selesai kami lakukan ekshumasi,” ujar Kapolsek Lianganggang, Kompol Heru Setiawan singkat kepada BanjarmasinPost.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Sementara itu, jajaran kepolisian baru menerima laporan resmi mengenai adanya kejanggalan dalam kasus kematian balita tersebut pada Kamis (4/6/2026). Yang melaporkan adalah tante korban bernama Norhikmah setelah korban sehari sebelumnya karena curiga ponakannya meninggal tak wajar.
Begitu menerima laporan darurat dari tante korban, petugas kepolisian langsung bergerak cepat mengamankan ibu kandung korban ke Mapolsek Liang Anggang untuk dimintai keterangan secara intensif.
Ekshumasi untuk Membuktikan Penyebab Kematian
Guna membuktikan secara ilmiah penyebab pasti dari kematian korban, jajaran Polsek Liang Anggang dengan dibantu oleh tim penyidik dari Polda Kalsel melakukan proses pembongkaran makam korban atau ekshumasi pada Sabtu pagi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara, pihak kepolisian menduga kuat bahwa korban memang mengembuskan napas terakhir lantaran mendapatkan tindakan kekerasan fisik dari ibu kandungnya.
“Memang diduga kuat korban ini tewas dianiaya oleh ibunya dan ibunya sudah kami amankan,” ungkap Heru.
Kendati demikian, Heru mengaku belum bisa memaparkan secara rinci mengenai motif utama yang mendasari pelaku hingga tega menganiaya darah dagingnya sendiri sampai tewas. “Kami menyelaraskan dulu hasil otopsi serta alat bukti dilapangan supaya semuanya sesuai baru kemudian motifnya bisa diungkap,” kata Heru.
Proses Penyelidikan yang Masih Berlangsung
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk menemukan fakta-fakta terkait kasus ini. Dugaan kekerasan fisik dari ibu kandung masih menjadi fokus utama. Tim penyidik akan bekerja sama dengan dokter forensik untuk memastikan penyebab kematian korban secara pasti.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan memeriksa saksi-saksi dan mencari bukti-bukti lain yang relevan. Proses penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban dan menjelaskan kejadian yang terjadi.
Dalam waktu dekat, pihak kepolisian akan merilis hasil otopsi dan analisis lebih lanjut terkait kasus ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu proses hukum yang berlangsung secara transparan dan adil.











Leave a Reply