Kematian Prajurit Siswa di Pendidikan Pertama Tamtama
Prajurit siswa yang meninggal dalam kejadian gantung diri tanpa adanya tanda-tanda kekerasan, Genial Gavensi Gulo (21), atau biasa disebut GGG, telah menjadi perhatian serius bagi Kodam I/Bukit Barisan. Kejadian tersebut terjadi setelah empat hari ia mengikuti pendidikan sebagai prajurit siswa Dikmata Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun 2026 di Rindam I/BB, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Pengungkapan Hasil Otopsi
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Sandy, menjelaskan bahwa hasil otopsi dari tim forensik RSUD Pematangsiantar menyatakan bahwa almarhum meninggal akibat gantung diri. Sampai saat ini, motif korban masih dalam penyelidikan oleh tim investigasi.
“Untuk motivasi almarhum mengakhiri hidupnya masih didalami oleh tim investigasi,” ujar Sandy.
Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini menunjukkan bahwa kematian GGG tidak terkait dengan tindakan penganiayaan atau kekerasan fisik.
Awal Penemuan Jenazah
Penemuan jenazah berawal ketika GGG tidak mengikuti kegiatan senam pagi di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam I/BB sekitar pukul 04.00 WIB pada Senin. Sekitar pukul 10.25 WIB, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon dekat aliran sungai di area belakang Secata Rindam I/BB.
Setelah penemuan jenazah, Kodam I/Bukit Barisan membentuk tim investigasi yang melibatkan berbagai unsur seperti Staf Intel, Pomdam I/BB, Kesdam I/BB, Kumdam I/BB, Deninteldam, serta unsur terkait lainnya.
Evaluasi dan Komitmen Kodam
Sandy meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian GGG karena penyelidikan masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa Kodam I/Bukit Barisan tetap berkomitmen memberikan pembinaan dan pengawasan kepada seluruh peserta didik selama menjalani pendidikan.
“Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Kodam I/Bukit Barisan untuk terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan di lingkungan pendidikan TNI AD,” ujarnya.
Jenazah GGG kemudian dibawa ke RSUD dr Djasemen Saragih untuk menjalani autopsi. Setelah hasil otopsi diperoleh, jenazah diberangkatkan ke kampung halamannya di Desa Laloanna I, Kecamatan Maro’o, Kabupaten Nias Barat.
Keluarga Mengungkap Cita-cita Almarhum
Sebelumnya, perwakilan keluarga, Khari Halawa, mengatakan bahwa GGG sejak lama ingin menjadi anggota TNI dan baru dinyatakan lulus seleksi beberapa hari sebelum mengikuti pendidikan. Khari menyebut GGG merupakan anak kedua dari delapan bersaudara dan tidak memiliki persoalan di lingkungan keluarga.
“Baru pengumuman kemarin minggu lalu. Tadi saya tanya keluarga cita-cita almarhum jadi Tentara,” kata Khari.
Jenazah GGG diberangkatkan ke kampung halamannya di Kabupaten Nias Barat pada Selasa (21/7/2026) untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.











Leave a Reply