Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Motor rusak jadi awal terungkapnya dugaan tawuran pelajar di Batang, polisi temukan celurit

Aksi Tawuran di Kabupaten Batang Gagal, Tiga Pelajar SMP Diamankan

Polsek Tulis berhasil menggagalkan rencana tawuran antarremaja di Kabupaten Batang. Tiga pelajar SMP diamankan setelah kedapatan membawa celurit sepanjang sekitar 80 sentimeter saat patroli malam hari.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, anggota Polsek Tulis bersama warga sedang melakukan patroli untuk mencegah gangguan keamanan dan aksi kenakalan remaja. Dalam patroli tersebut, petugas menemukan tiga remaja yang berada di kawasan Jalan Baru BIP, Kecamatan Tulis.

Setelah dilakukan pemeriksaan, mereka diketahui membawa senjata tajam sehingga langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kapolsek Tulis AKP Sukarinto menyampaikan bahwa ketiga remaja tersebut masih berstatus pelajar SMP, sehingga penanganannya dilakukan sesuai ketentuan dalam sistem peradilan pidana anak.

“Intinya dari tiga anak yang kami amankan, terbukti memiliki dan membawa senjata tajam. Mereka masih kategori anak-anak, masih sekolah SMP, sehingga tidak dilakukan penahanan karena masih anak-anak,” ujar AKP Sukarinto kepada Tribunjateng, Jumat (24/7/2026).

Diduga Hendak Ikut Tawuran, Batal Karena Kalah Jumlah

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiga pelajar tersebut merupakan bagian dari rombongan sekitar 12 remaja yang sebelumnya berkumpul di Desa Sumur, Kecamatan Banyuputih. Mereka kemudian bergerak menuju kawasan Jalan Baru BIP yang diduga telah disepakati sebagai lokasi tawuran dengan kelompok lain.

Namun, sesampainya di lokasi, rencana tersebut urung terlaksana setelah kelompok mereka mengetahui jumlah lawan jauh lebih banyak. “Berangkat sekitar 12 orang ke BIP. Karena melihat kelompok lawannya lebih banyak, mereka takut lalu membubarkan diri dan pulang. Belum sempat terjadi perkelahian atau gesekan karena lebih dulu bisa kita amankan dan kita bubarkan,” jelasnya.

Dalam perjalanan pulang, tiga pelajar tersebut diketahui berboncengan menggunakan satu sepeda motor Honda Beat berwarna kuning. Motor yang mereka gunakan tiba-tiba mengalami mogok di kawasan Jalan Baru BIP. Pada saat bersamaan, petugas yang sedang melakukan patroli bersama warga mendatangi lokasi dan menemukan senjata tajam yang dibawa ketiganya.

“Mereka naik satu motor bertiga. Saat mogok, kami patroli bersama masyarakat, kemudian diamankan dan terbukti membawa senjata tajam berupa celurit,” ungkapnya.

Langkah Pencegahan yang Dilakukan Polsek Tulis

Meski tidak dilakukan penahanan karena seluruh pelaku masih berusia di bawah umur, proses pemeriksaan tetap berjalan sesuai ketentuan hukum yang mengatur penanganan anak yang berhadapan dengan hukum. Polsek Tulis berencana meningkatkan patroli pada waktu-waktu yang dinilai rawan, sekaligus memperkuat pembinaan kepada para remaja melalui kerja sama dengan pemerintah desa.

“Kami akan meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, baik malam maupun siang hari. Selain itu kami bekerja sama dengan kepala desa untuk melakukan pembinaan kepada para pemuda terkait gengster, tawuran, dan bentuk kenakalan remaja lainnya,” pesannya.

Ajakan untuk Bersama-sama Melindungi Remaja

Polisi juga mengajak orang tua, pihak sekolah, dan pemerintah desa untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas remaja agar tidak mudah terlibat dalam aksi tawuran maupun tindak kriminal yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *