Peristiwa Pembacokan oleh Debt Collector di Surabaya
Pada hari Sabtu (25/7), terjadi peristiwa pembacokan yang melibatkan dua orang korban, yaitu Feri (25) dan Didik (28). Keduanya merupakan petugas valet di tempat hiburan malam yang berada di kawasan Embong Kaliasin, Surabaya. Akibat kejadian tersebut, Feri mengalami luka bacok di bagian punggung, sedangkan Didik menderita luka bacok di area tangan.
Korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Laporan resmi telah dibuat dengan nomor LP/B/125/VII/2026/RESKRIM/POLRESTABES/SPKT POLSEK GENTENG, yang diterbitkan pada tanggal 25 Juli 2026.
Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, membenarkan bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut. Saat ini, pihaknya bersama Satreskrim Polrestabes Surabaya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.
Kondisi di Jalan Teuku Umar yang Tegang
Sebelum kejadian tersebut, suasana di Jalan Teuku Umar Surabaya sebelumnya kondusif. Namun, situasi mendadak menjadi tegang pada malam hari. Sejumlah masyarakat berkumpul, diduga ingin menggeruduk markas debt collector (DC).
Kejadian ini dipicu oleh aksi anarkis dari dua orang debt collector yang mencoba menarik sepeda motor kredit macet milik salah satu pegawai kafe di kawasan Taman Apsari Surabaya. Akibatnya, dua penjaga kafe mengalami luka akibat benda tajam.
Tidak terima dengan tindakan tersebut, sejumlah massa berencana mendatangi markas DC. Untuk meredakan kericuhan yang terjadi, Polrestabes Surabaya turun tangan.
Pernyataan Kapolrestabes Surabaya
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Luthfie, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mencari pelaku pembacokan. Ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap siapa pun yang melakukan tindakan anarkis.
“Segera cari pelakunya. Yang pelaku pembacokan itu segera tangkap, termasuk kelompok yang menyerang yang barusan. Kami akan lakukan tindakan hukum. Kegiatan-kegiatan anarkis ini tidak ada toleransi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk menahan diri dan menyerahkan semua masalah kepada aparat berwajib. “Ini saya minta untuk semua pihak menahan diri. Kita yakinkan bahwa Kepolisian Polrestabes Surabaya mengambil langkah-langkah tegas terhadap para pelaku yang melakukan penganiayaan, pembacokan, tentu kita akan lakukan tindakan hukum,” jelasnya.
Ajakan untuk Menyerahkan Diri
Luthfie juga meminta pelaku agar segera menyerahkan diri. Jika tidak, pihaknya akan melakukan pengejaran.
“Saya minta kerja samanya untuk para pelaku, saya minta secara sportif segera melaporkan kepada kita atau kita tetap akan mencari dan yakinkan untuk yang lain tetap menjaga situasi kondusif. Jangan mengambil langkah-langkah sendiri karena tentu akan menjadi kontraproduktif dan akan berimbas pada potensi terjadinya keributan yang lebih besar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Surabaya tetap aman dan semua pihak diminta untuk menahan diri. “Kami yakinkan Surabaya tetap aman, semua menahan diri, yakinkan Polrestabes Surabaya akan mengambil langkah-langkah untuk penegakan hukum,” pungkasnya.











Leave a Reply