Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Wamenimipas Silmy Karim Kenakan Baju Oranye, Tersangka?



Kotacimahi.com.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan sejak Rabu (3/6/2026) malam WIB. Pemeriksaan ini dilakukan setelah KPK sempat mencari Silmy terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa Silmy sedang menjalani pemeriksaan pasca-kedatangannya ke KPK pada malam hari. Keterangan dari Silmy diperlukan oleh KPK untuk mengungkap lebih jelas tentang perkara yang sedang ditangani, mengingat ia masih menjabat sebagai Dirjen Imigrasi. “Ya benar dilakukan pemeriksaan,” ujar Budi kepada Kotacimahi.com di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Dalam foto yang diterima oleh Kotacimahi.com, Silmy tampak memakai rompi oranye. Baju tersebut biasanya digunakan oleh tahanan KPK yang sudah berstatus tersangka. Dalam foto tersebut, Silmy terlihat tertidur dengan posisi duduk di kursi. Ia tampak lelah setelah menjalani pemeriksaan yang cukup panjang di KPK.

Silmy menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Rabu sekitar pukul 22.30 WIB. Mantan Dirjen Imigrasi Kemenkumham tersebut mengenakan kemeja batik berwarna abu-abu. Saat ditanya kemana saja ia pergi hingga akhirnya menyerahkan diri ke KPK pada malam hari, Silmy tidak memberikan jawaban yang jelas. Dia hanya mengklaim bahwa ia baru datang setelah menyelesaikan agenda kegiatan. “Ya gini aja, menyelesaikan agenda (jadi baru datang sekarang),” ujarnya.

Silmy menjadi tersangka dalam dugaan praktik ilegal pengurusan dokumen izin tinggal, termasuk Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) yang berujung pada OTT KPK. Sebelumnya, KPK mengungkap bahwa ada 17 orang yang ditangkap dalam OTT pada Selasa (2/6/2026). Melalui OTT tersebut, KPK berhasil mengamankan berbagai barang bukti.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebutkan bahwa OTT awalnya dilakukan di wilayah Jakarta Barat. Setelah itu, operasi tersebut bergerak ke wilayah Bali dan Jawa Barat. Budi memastikan bahwa tim KPK masih aktif bergerak di lapangan. Oleh karena itu, KPK akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan kasus ini. Peristiwa tertangkap tangan ini berkaitan dengan proses pengurusan warga negara asing (WNA) agar dapat tinggal di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *