Peristiwa Pengeroyokan Guru SD di Balikpapan Timur
Seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SDN 17 Balikpapan Timur, Muhammad Afdal (31), menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang, termasuk keluarga siswa, di depan rumahnya sendiri pada Selasa (21/7/2026). Kejadian ini berawal dari sebuah kesalahpahaman yang terjadi saat korban menegur tiga siswa yang merokok sambil berkendara motor.
Awal Terjadinya Konflik
Menurut pengakuan Afdal, kejadian bermula saat ia pulang dari sekolah pada jam istirahat. Di daerah Tritip, ia melihat tiga anak sedang mengendarai motor sambil merokok. Abu rokok yang terkena tubuhnya membuat Afdal langsung menegur mereka agar berhenti merokok.
“Saya pulang dari sekolah saat jam istirahat. Di daerah Tritip saya melihat tiga anak mengendarai motor sambil merokok,” katanya. “Abu rokoknya mengenai saya, sehingga saya menegur mereka agar berhenti merokok.”
Salah satu siswa tersebut menjawab dengan kata-kata kasar. Afdal kemudian memegang bagian hoodie atau sweater yang dipakai anak tersebut. Mungkin karena panik, anak itu langsung memutar balik motornya.
Tindakan Lanjutan dan Kesalahpahaman
Tidak lama setelah itu, Afdal kembali bertemu dengan siswa tersebut. Ia memberhentikan anak itu dan meminta penjelasan mengenai tindakannya saat merokok di jalan.
“Saya hanya bilang, ‘Berhenti dulu, kenapa kamu lari? Kenapa kamu merokok di atas kendaraan?’ Saya tidak memukul ataupun menendang,” tuturnya.
Namun, bukannya memberikan penjelasan, siswa tersebut justru menjatuhkan motornya hingga menarik perhatian warga. Anak itu kemudian berteriak mengaku dipukul oleh Afdal.
“Tiba-tiba dia lompat dari motornya lalu menjatuhkan motornya sendiri. Warga berdatangan karena mendengar keributan. Anak itu kemudian berteriak mengaku dipukul dan motornya lecet,” katanya.
Afdal akhirnya meninggalkan lokasi untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman.
Kembali ke Rumah dan Pengeroyokan
Setelah sampai di rumah, Afdal melihat ada rombongan siswa tersebut melintas di depan rumahnya. Ia pun kembali ke sekolah untuk menuntaskan pekerjaannya, namun saat pulang, di rumahnya sudah ada tiga orang siswa dan tiga orang dewasa.
“Istri saya yang pertama kali didatangi. Dia sempat kaget karena banyak orang berkumpul di depan rumah,” katanya.
Ia meminta maaf karena mengira terjadi salah paham.
“Saya datang baik-baik. Saya bilang, ‘Mohon maaf Pak kalau memang ada salah paham. Saya hanya menegur anak di jalan, tidak ada pemukulan,’” tuturnya.
Namun, tiba-tiba Afdal dipukul oleh diduga paman korban dan dikeroyok oleh para pelaku.
“Salah satu pria dewasa yang katanya paman pelaku langsung memukul saya. Setelah itu saya dikeroyok beberapa orang di depan rumah. Kepala saya bocor. Bagian pipi lebam, kepala benjol, lalu rusuk sebelah sini masih sakit kalau dipakai bernapas,” katanya.
Penanganan Oleh Pihak Berwajib
Afdal akhirnya melaporkan apa yang dialaminya ke polisi. Dari hasil penyelidikan, salah satu terduga pelaku adalah pelajar berinisial F. Sedangkan pelaku lainnya sedang dalam pendalaman.
“Saat ini laporan korban telah diterima dan sedang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan terhadap korban maupun pihak-pihak yang berkaitan,” ujar Kapolsek Balikpapan Timur, AKP Much Chusen.











Leave a Reply