Kotacimahi.com

Portal Berita Terkini

Polisi Bongkar Rahasia Ledakan di Kompleks Dadaha Tasikmalaya

Aksi Peledakan di Kompleks Olahraga Dadaha

Tersangka berinisial A melakukan aksi peledakan menggunakan remote di Komplek Olahraga Dadaha. Suara ledakan terdengar hingga radius satu kilometer, namun dikategorikan sebagai low explosive. Kompol Iyus Ali Yusup menyatakan bahwa pelaku merupakan mantan narapidana terorisme tanpa niat mencelakakan.

Penjelasan dari Kompol Iyus Ali Yusup

Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat, Kompol Iyus Ali Yusup, menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh tersangka A menghasilkan suara ledakan yang terdengar jauh. Meskipun demikian, tingkat keparahan tidak terlalu besar.

Berdasarkan uji laboratorium lapangan yang dilakukan oleh Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat menggunakan alat deteksi canggih KBR ThreatID, sampel cairan misterius yang ditemukan di kediaman terduga pelaku menunjukkan tingkat kemiripan tertinggi dengan Asam Nitrat, dengan skor validasi mencapai 0,984. Temuan ini menjadi bukti krusial dalam proses penyidikan.

“Memang beliau eks napiter. Jadi intinya sih, tidak ada yang terlalu mengkhawatirkan memang karena kan dia buatnya hanya kecil saja di situ. Tidak terlalu high explosive, dan tidak ada niat mencelakakan orang. Karena, itu kan diledakkannya pakai remote itu,” ucap Kompol Iyus dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler.

Hasil Penggeledahan dan Barang Bukti

Hasil penggeledahan di dua lokasi tersebut sudah steril, dan semua barang bukti telah diamankan. Barang bukti tersebut kini berada di Polres Tasikmalaya Kota.

“Bukan senpi, tapi senapan angin kaliber 4,5 dengan amunisi mimis saja,” jelas mantan Danyon Brimob D Pelopor Satbrimob Polda Jabar Cineam ini.

Daya Ledak yang Terdengar Jauh

Ditanyai daya ledak yang dilakukan tersangka, menurutnya tidak begitu keras, meskipun daya ledaknya terdengar hingga radius 1 kilometer. “Iya low explosive, kecil sih tapi karena ditaruh di kotak tiang lampu. Jadi karena ada lubang sedikit jadi kedengarannya besar, seperti letusan ban pecah. Karena dia ditaruh di kotak instalasi jadi suaranya terhimpun,” ungkapnya.

Selain itu, material ledakan pun tidak lengkap sehingga tidak menyebabkan orang dan benda di sekitar tidak rusak parah. “Unsur material ledakannya nggak lengkap. Kalau ada bubuk mesiu, belerang dan segala macam, nah itu bisa berbahaya. Tapi ini kan tidak menyebabkan orang di sekitarnya terluka,” tegas Kompol Iyus.

Barang Bukti yang Disita

Sementara itu, seluruh barang bukti kimia, elektronik, senjata, dan dokumen tersebut kini telah dibawa ke Mako Polres Tasikmalaya Kota untuk pemeriksaan forensik lanjutan bersama Densus 88 Antiteror Mabes Polri.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *